Weh weh back to me again. ini posting gue pertama kali setelah lebaran 2013 yaa. sebelum gue mulai ber cocot tentang tuh yang ada di judul gue pengen minta maaf lahir dan batin dulu yaa kepada kalian para pembaca. minal aidzin wal faidzin yaaa semoga kita sama sama di jadikan menjadi kertas kosong dan kita kurangin coretan buruk kita. kok malah ceramah yaaa guee maap maap deh yaaa walaupun bausan udah minta maaf juga.
Okeeee. kitaa berbicara sesuai topic nih. you know lah yaa sesuai kondisi alam indonesia yang kepulauan ini banyaak daerah daerah yaaa masih bisa di bilang pedalaman even daerah itu masih di pulau jawa. seseorang yang menjadi pejabat public memang dianggap lebih terhormat di mata masyarakat jelata. terutama masyarakat indonesia yang sudah terbiasa dengan kehidupan gaya kerajaan yang sudah sejak jaman kerajaan majamanis dulu ehh sorry majapahit maksudnya. dengan terbiasa gaya culture kaya seperti itu kita or masyarakat lain mengangap pejabat public itu jauhh diata kitaa terutama di sebagian daerah pedalaman ituu bisa gue bilang pejabat public itu yaaa sejenis kaya "di sembah" yaa walaupun sebutan sering di bilang berlebihan.
Gueee sendiri juga awal pertama anggap bahasa atau sebutan itu berlebihan yaa but yaaa lo pikir yaaa dari statement guee ini "Setiap ketemu Petinggi harus nunduk, bahasa sopan, kalo mau salaman harus setengah sungkem dan cium tangan serta jangan lupa selalu bawa bingkisan kalo mau main ke rumahnya. gak peduli anda umurnya lebih tua atau lebih muda dari petinggi itu" naahh kann. please apa pendapat lo ?.
Seseorang yang ketemu harus nunduk atau bungkuk, kalo salaman setengah sungkem, dan bawa bingkisan walaupun seseorang yang ketemu dengan petinggi itu jauh lebih tua umurnya dari petinggi itu. Secara logis wajar yaa anak muda cium tangan sama orang tua. tapi kalo orang tua cium tangan sama anak mudaa ? what do you think ? hahaha. yaaa padahal mungkin bisa gue sebut petinggi itu cuman tingkat kelurahan sudah di perlakukan seperti itu loh leh masyarakatnyaa. itu jauh lebih di hormat dari gubernur di jakarta kaan ? Coba pak gubrenur jakarta kalo lagi belusukan ? rakyat bukannya nunduk tapi malah desek desekan sampe pak gubenur susah lewat haha
Namun yaa namanya pedalaman gak luas luas banget lah yaa paling cuman sekotak daerah. mangkanya di sini gue bilang atau gue ledekin dengan istilah presiden sekotak. kalo bisa di bilang lebih dari presiden kali yaa haha. tapii yaa even cuman sekotak itu yang namanya kekuasaan berkuasa yaaa berlaku banget. yaaa kitaaa hebatin ajaa yaa itu lah salah satu kekayaan indonesia dengan culture yang berbeda beda."indahnyaa perbedaan nikmati dengan kebersamaan" itu kata kata sok bijak guee.
Seperti yang biasa dan gak biasa dimana sudah ada kalimat sok bijak itu muncul di situ guee mulai menghilang and sekian dari sayaa thanks all pembacaa. CLINGG......................................................... ngilang ceritanya.................................................................... good bye
Tidak ada komentar:
Posting Komentar