Rabu, 28 Agustus 2013

Bisa di bilang "Presiden" seKotak

        Weh weh back to me again. ini posting gue pertama kali setelah lebaran 2013 yaa. sebelum gue mulai ber cocot tentang tuh yang ada di judul gue pengen minta maaf lahir dan batin dulu yaa kepada kalian para pembaca. minal aidzin wal faidzin yaaa semoga kita sama sama di jadikan menjadi kertas kosong dan kita kurangin coretan buruk kita. kok malah ceramah yaaa guee maap maap deh yaaa walaupun bausan udah minta maaf juga.
        Okeeee. kitaa berbicara sesuai topic nih. you know lah yaa sesuai kondisi alam indonesia yang kepulauan ini banyaak daerah daerah yaaa masih bisa di bilang pedalaman even daerah itu masih di pulau jawa. seseorang yang menjadi pejabat public memang dianggap lebih terhormat di mata masyarakat jelata. terutama masyarakat indonesia yang sudah terbiasa dengan kehidupan gaya kerajaan yang sudah sejak jaman kerajaan majamanis dulu ehh sorry majapahit maksudnya. dengan terbiasa gaya culture kaya seperti itu kita or masyarakat lain mengangap pejabat public itu jauhh diata kitaa terutama di sebagian daerah pedalaman ituu bisa gue bilang pejabat public itu yaaa sejenis kaya "di sembah" yaa walaupun sebutan sering di bilang berlebihan.
        Gueee sendiri juga awal pertama anggap bahasa atau sebutan itu berlebihan yaa but yaaa lo pikir yaaa dari statement guee ini "Setiap ketemu Petinggi harus nunduk, bahasa sopan, kalo mau salaman harus setengah sungkem dan cium tangan serta jangan lupa selalu bawa bingkisan kalo mau main ke rumahnya. gak peduli anda umurnya lebih tua atau lebih muda dari petinggi itu" naahh kann. please apa pendapat lo ?.
        Seseorang yang ketemu harus nunduk atau bungkuk, kalo salaman setengah sungkem, dan bawa bingkisan walaupun seseorang yang ketemu dengan petinggi itu jauh lebih tua umurnya dari petinggi itu. Secara logis wajar yaa anak muda cium tangan sama orang tua. tapi kalo orang tua cium tangan sama anak mudaa ? what do you think ? hahaha. yaaa padahal mungkin bisa gue sebut petinggi itu cuman tingkat kelurahan sudah di perlakukan seperti itu loh leh masyarakatnyaa. itu jauh lebih di hormat dari gubernur di jakarta kaan ? Coba pak gubrenur jakarta kalo lagi belusukan ? rakyat bukannya nunduk tapi malah desek desekan sampe pak gubenur susah lewat haha
        Namun yaa namanya pedalaman gak luas luas banget lah yaa paling cuman sekotak daerah. mangkanya di sini gue bilang atau gue ledekin dengan istilah presiden sekotak. kalo bisa di bilang lebih dari presiden kali yaa haha. tapii yaa even cuman sekotak itu yang namanya kekuasaan berkuasa yaaa berlaku banget. yaaa kitaaa hebatin ajaa yaa itu lah salah satu kekayaan indonesia dengan culture yang berbeda beda."indahnyaa perbedaan nikmati dengan kebersamaan" itu kata kata sok bijak guee.
        Seperti yang biasa dan gak biasa dimana sudah ada kalimat sok bijak itu muncul di situ guee mulai menghilang and sekian dari sayaa thanks all pembacaa. CLINGG......................................................... ngilang ceritanya.................................................................... good bye

Sabtu, 29 Juni 2013

Kisah di balik remang remang

     Welcome back with me, di bacaan ini gue post and type langsung dari kedinginan pegunungan puncak-bogor di malam hari. Saya rasakan temperatur badan saya menunjukan suhu udara di tempat saya duduk, berdiri, jongkok, jalan ini sekitar 13°C. Dengan ini saya menyatakan jika ada kesalahan mengetik dikarenakan jari saya trus bergoyang kedinginan.
     "Kisah di balik remang remang" please men gue harap kalian semua jangan langsung meng-underestimate kalimat gue yang saya angkat menjadi judul dari posting ini. Memang atau mungkin banyak atau bahkan sebagian besar warga indonesia yang kental dengan budaya yang sangat terhormat mendengar kata remang remang langsung terlintas "negatif" I think that's false and maybe very false karena menurut kamus besar bahasa pikiran gue menyatakan sesuai di bawah ini.
     Sesungguhnya remang remang itu berartikan kondisi di malam hari yang hanya di cerahkan oleh sebahagian atau mungkin hanya satu cahaya saja dan "redup" hehe nahh ini yang menyebabkan banyak mindset negatif. Kalo dari pemantauan saya di lokasi ini bukan yang terjadi seperti itu. First I see komunitas motor yang berkumpul nahh from that itu memberikan efek solidaritas where the negative memberikan kekeluargaan yang luar biasa.
      Second, family gathering nahh ini kan meresmikan bahwa ini meningkatkan tingkat keharmonisan keluarga naahh sama kan gak sama sekali ada negatifnya. And Third biar lebih pas. Keindahan alam yang luar biasa itu membuat mereka terus bersyukur dan terus mengingat atas kekuasaan yang telah Allah ciptakan and, SubahanAllah. Dahhh yaa kita ehh gue deh udahin yaa mulai sekarang sesuai gak biasa gue mulai ehh gue akhiri dengan kata kata yang sok teoritis. "jangan sok sokan mindset lo itu terus di pertahanin, utamakan situasi dan kondisi dan kurangi keras kepala lo dan berusaha berbuat yang terbaik buat orang sekitar" sekian dari gue Muchamad Bagus Nurhasan wasalamualaikum dan dadadadadadadahhh menggigil brooo

Sabtu, 18 Mei 2013

Urban square area

     Sebenernya cerita ini menurut gue emang gak penting "urban square area" atau suatu tempat yang berisikan orang orang kota yang notabene bukan berasal dari kota. So yaaa gue bilang aslinya originalnya mereka ini orang orang daerah yaaa yang bukan daerah maju di indonesia yaaa kasarnya orang desa, dusun atau pedalaman. Cuman dalam hal ini *gua udah mulai sok sok bijak nih* banyak hal yang seharusnya kita mulai perhatiin dan kita renungin cause I think mereka mereka ini tu memiliki effort yang besar. Gue pernah sesekali berusaha untuk berfikir serius ini beneran serius yaaa, walaupun banyak orang bilang gue gak bisa mikir tapi itu gue lawan lah dengan statement gue yang kaya gini "kalo lo bisa gue juga harus lebih bisa. karena, gue udah liat gimana cara lo bisa ngelakuin itu.
     Nah, statement gue barusan muncul setelah gue mencoba memperhatikan setiap gerak gerik orang orang di urban square area itu. Di situ gue ngeliatin setiap gerak sampe ujung rambutnya bergerak aja gue liatin yaa padahal yang gue liatin itu pake jilbab, gara gara orang itu gue mikir sampe lama banget. Oke balik ke pokok masalah yaa yaitu mempelajari hal dari orang orang urban.
     Mulai kita serius, orang urban tuh punya usaha yang besar. Gimana gak usaha keras mereka notabene bukan orang kota, asal mulanya tapi mereka bisa hidup dan memasuki kehidupan perkotan sedangkan kehidupan perkotaan yaa gue akui itu high class loh. padahal mereka yang dari keluarga yaa pasti lah lo tau kan lah kehidupan daerah lain di luar daerah maju di indonesia. Soo sekarang lo semua yang membaca ini bohong kalo lo lebih rendah dari orang daerah yang bisa di bilang terpencil. Lo bisa connect dengan jaringan internet tuh untuk di indonesia masih orang terbatas yang bisa connect walaupun warnet dimana mana kan tetap butuh uang, walaupun wifi di mana mana tetap butuh gadget, walaupun jaringan internet yang connect dengan dekstop ada di setiap resto tapi lo harus beli somefood atau somedrink di resto itu.
     Jadi lo masa iya sih lo gak bisa lebih tinggi dengan kehidupan orang urban yang sekarang berlalu lalang di ibu kota. Padahal lo kan notabene dengan latar belakang yang gue yakin lebih juga. Pasti bisa lah, keep spirit, konsisten dan disiplin. Soo change your life now if you want to be success person on your future. Dan itu akhir kata dari saya sekian, tapi sesungguhnya saya yang memberikan motivasi from this article tapi belum tentu gue juga bisa ngejalaninnya. Come on kita berjuang bersama untuk memperoleh masa depan yang terbaik . See youuuu

Senin, 11 Februari 2013

Kenangan kawan

          Pada saat ini gue ingin bercerita sedikit tentang kejadian sedih gue, yaa kejadian berduka deh tepatnya. sebelum gue ceritain semua gue pengen ngejelasin ke kalian semua maksud gue share cerita seperti ini bukan untuk membuka kesedihan atau hal yang negatif, gue nulis di dunia maya ini tujuan utama gue supaya setiap orang atau siapapun pembaca dapat mengirimkan doa kepada kawan kita Lavie. sengaja disini gue gak mensamarkan namanya supaya segala doa baik yang di kirimkan pembaca dapa sampai kepada Almh. Lavie dan sebagai bekal ia guna di akhirat.
               Di sini gue memang bisa di bilang temen barunya almh, gue baru kenal dia kelas 2 SMA dan saat teakhir ini kita masih duduk di bangku kelas 3 SMA. jujur memang baru banget tapi entah kenapa almh ini meninggalkan banyak kenangan yang gak bisa di lupain. Almh ini polos, jujur, baik, suka berteman, dan almh ini juga pintar. belum genap 2 tahun gue kenal dia tapi ngeliat tingkah lakunya di sekolah, sikapnya, dia tidak menganggap kita saingan dia. dan yang paling gue inget dia mau berteman sama siapapun. banyak kenangan yang gak akan bisa di lupain. dari mulai hal hal kecil yang bisa bikin kita ketawa sampe hal hal yang bisa bikin kita heran "kok bisa ada anak sebaik dia ?" jujur kalimat itu pasti keluar dari hampir setiap orang yang kenal sama dia.
               Sikap Almh kepada semua guru juga sangat tidak bisa di lupakan oleh guru guru, ketika dia dapat nilai yang sangat memuaskan dia berkata "Terima Kasih Bu" dan kata itu juga lah yang keluar dari mulut Almh jika ia mendapatkan nilai yang kurang memuaskan. tidak pernah mengeluh, protes, adu mulut yaa itu lah sikap sikap dia kepada dewan guru. semua teman dia sebut Sahabat, dan dia lah yang selalu memanggil teman sesama perempuan dengan sebutan "Say..." yang berartikan sayang.
                Sekarang semuanya tinggal kenangan, semua manusia baik akan selalu meninggalkan nama yang baik pula di dunia, kepada seluruh pembaca kami mohon untuk dengan ikhlas mengirimkan doa nya kepada Almh. Lavie semoga segala amal baiknya di terima di sisi Allah SWT dan di ampunkan segala kesalahannya.
                  
 Namamu selalu di kenang karena amal baik yang kau tinggalkan
Tenanglah di alammu, kami di dunia akan mengirimkan doa untukmu
Segala alam dunia telah kau tinggalkan tinggal lah doa yang dapat kami kirim
Selamat jalan kawan kau tidak akan terlupakan
Nama baikmu terus tersisa di dunia ini
Membuat kami untuk terus mengirimkan doa kepadamu
Tenanglah di sana kawan Almh. Lavie