Kamis, 09 Desember 2010

Tips untuk membuat background foto blur

Tidak bisa dipungkiri bahwa latar belakang yang blur dari sebuah foto mampu memberi kesan kedalaman (Depth-of-Field/DoF) tersendiri bagi foto tersebut. Dengan latar yang blur dapat dilakukan isolasi atau pemisahan objek foto sehingga perhatian tidak terpecah antara melihat objek atau latarnya. Maka itu teknik membuat blur ini lebih banyak dipakai di foto potret dan still life (yang perlu DoF sempit), dan tidak untuk dipakai di foto landscape atau pemandangan (yang perlu DoF lebar).
Banyak yang berharap dengan kamera yang dimilikinya, dia akan dapat mendapat foto yang latarnya blur. Meski banyak yang berhasil, namun ada juga yang mengalami kekecewaan karena hasil  fotonya tidak seperti yang diharapkan. Untuk itu perlu dicatat bahwa hasil dari foto yang latarnya blur dapat bervariasi, dan tingkat blurnya pun berbeda (mulai dari yang agak blur hingga sangat blur). Ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu faktor apa saja yang membuat hasil blur pada latar ini bisa berbeda, yaitu :
  • ukuran sensor pada kamera
  • jenis lensa yang dipakai
  • posisi panjang fokal lensa
  • bukaan diafragma lensa
  • jarak objek terhadap latar
Soal sensor, jelas pada kamera DSLR yang ukuran sensornya lebih besar, kemampuan menghasilkan foto yang latarnya blur akan menjadi mudah. Tidak demikian halnya dengan kamera bersensor kecil (meskipun kamera prosumer) yang relatif akan kesulitan untuk membuat blur pada latar. Pada DSLR pun jenis lensa yang dipakai bisa memberi hasil blur yang berbeda-beda, tergantung tipe lensanya (zoom atau prime), berapa jumlah blade diafragmanya (ada yang 5, 7, dan 9 blade) dan apa jenis bladenya (lurus atau rounded).
Sekedar berbagi tips, mendapatkan bokeh yang baik dapat diupayakan dengan beberapa langkah berikut ini :
  • Gunakan bukaan maksimal, karena semakin besar bukaan diafragma akan membuat latar semakin blur. Bila lensa anda memiliki bukaan maksimal f/4, gunakan saja itu, jangan bermain di f/8 atau f/11, misalnya.
  • Gunakan posisi fokal lensa di zoom / tele maksimum (untuk lensa zoom tentunya). Masalahnya, pada posisi lensa di tele maksimum ini kebanyakan akan mengalami penurunan bukaan diafragma maksimal (kecuali lensa dengan bukaan konstan). Tips memakai posisi tele maksimum ini tidak harus dilakukan pada lensa yang tergolong super zoom (seperti 18-200mm), karena bisa-bisa nanti si fotografer akan berada terlalu jauh dari objek.
  • Upayakan jarak objek cukup jauh dari latarnya. Akan sia-sia memakai bukaan lensa maksimum bila si objek bersandar di dinding, misalnya. Baik si objek dan dinding itu akan sama-sama tajam nantinya, sehingga tidak bisa didapat bokeh yang baik.
  • Untuk pemakai kamera saku, selain tips diatas bisa dicoba dengan memakai mode macro yang bisa menambah kemampuan lensa untuk memisahkan objek dengan latarnya.
Sebagai contoh,saya berikan contoh foto yang didapat dari jenis lensa kit canon eos 500d. Lokasi di cibodas, dengan objek seekor kumbang dan sebagai latarnya adalah dedaunan serta bunga tanaman.
selamat mencoba semoga berhasil ya ............

Minggu, 08 Agustus 2010

100 Tahun yang Akan Datang !

  
         Kemajuan teknologi bergerak sangat cepat dan sangat merubah dunia. Kita mengenal terminologi “globalisasi” yang bermakna bahwa kehidupan manusia saat ini tengah berproses menjadi kehidupan yang men “dunia”. Salah satu indikasi yang sangat mudah untuk dilihat adalah dengan mencermati bentuk mobil. Pada gambar disini kita dapat melihat produk mobil keluaran tahun 1909 dan satunya lagi adalah mobil buatan tahun 2009.

 





                                      Ini adalah visualisasi dari kemajuan teknologi “mobil” dalam rentang waktu 100 tahun. Apa saja yang dapat dicermati pada kemajuan yang 100 tahun umurnya itu. Berikut ini adalah beberapa diantaranya. Di tahun 1909, usia harapan hidup manusia adalah “hanya” 47 tahun. Hanya 14 % saja rumah yang dilengkapi dengan “bathtub” Hanya 8 % saja rumah yang dilengkapi dengan telepon. Di dunia hanya terdapat 8000 mobil saja, dan hanya terdapat jalan raya yang bagus sepanjang 290 km. Maksimum kecepatan mobil di kota biasanya hanya dibatasi 18 Km per jam. Bangunan yang tertinggi di dunia adalah “Eiffel Tower” di Paris. Yang juga cukup menarik adalah 95 % kelahiran bayi ternyata berlangsung di rumah masing-masing. Ternyata juga 90% dari tenaga medis yang tersedia adalah mereka yang tidak pernah duduk di lembaga pendidikan kesehatan. Lima penyebab utama kematian adalah : Pneumonia dan Flu, TBC, Diarrhea, Penyakit Jantung dan Stroke. Penduduk di Las Vegas, kota judi tersohor itu ternyata hanya 30 orang saja. Dua dari sepuluh orang dewasa ternyata adalah buta huruf. Yang cukup mengejutkan adalah, ternyata Marijuana, Heroin dan Morphine banyak dijual bebas di toko-toko obat dan dipromosikan sebagai obat yang ampuh untuk penyakit perut dan sebagai pencegah banyak penyakit. Tentu saja data-data ini diambil dari sampel di Amerika Serikat, yang katanya dapat mewakili sebagian besar negara maju didunia saat tahun 1009 tersebut. Nah, bagaimana dan apa yang akan terjadi di dunia ini pada 100 tahun yang akan datang ? Katanya, ini katanya lho, maka nanti pada tahun 2110, usia harapan hidup akan kembali lagi ke angka 47 tahun, karena akan berkurangnya air di muka bumi ini sebagai akibat dari rusaknya “lingkungan” yang kini prosesnya tengah berlangsung. Wallahualam !